Hitung kelayakan usaha tani Anda sebelum menanam: proyeksi hasil panen, laba bersih, harga jual minimal agar tidak rugi, dan R/C ratio.

Tiga indikator kelayakan usaha tani

  1. Laba bersih = (produksi × harga jual) - total biaya produksi.
  2. BEP harga = total biaya ÷ total produksi. Ini harga jual minimal per kg agar Anda tidak merugi. Bila harga pasar di bawah angka ini, usaha tani merugi berapa pun banyak hasil panennya.
  3. R/C ratio = penerimaan ÷ biaya. Nilai di atas 1 berarti untung. Di bawah 1,3 umumnya dianggap belum sepadan dengan risiko gagal panen.

Susut pascapanen sering diabaikan

Antara panen dan penjualan selalu ada kehilangan: buah rusak, sortiran yang tidak masuk grade, penyusutan bobot karena kadar air turun, dan kerusakan saat pengangkutan. Untuk sayuran dan buah, susut 10-15% adalah hal biasa. Menghitung pendapatan dari bobot panen kotor akan membuat proyeksi Anda terlalu optimistis.

Risiko harga adalah risiko terbesar

Pada komoditas seperti cabai, tomat, dan bawang, harga bisa berubah lima kali lipat dalam satu musim. Karena itu jalankan kalkulator ini tiga kali: dengan harga pesimistis, harga wajar, dan harga optimistis. Bila pada skenario harga pesimistis usaha Anda masih bisa menutup biaya tunai, risiko masih terkendali.