Masukkan konsumsi listrik bulanan Anda. Kalkulator menghitung kapasitas PLTS yang dibutuhkan, jumlah panel, estimasi investasi, penghematan bulanan, dan berapa tahun modal kembali.
Cara menghitung kapasitas PLTS
Kunci perhitungannya adalah jam matahari puncak (peak sun hours), yaitu jumlah jam setara penyinaran penuh dalam sehari. Di sebagian besar wilayah Indonesia angkanya 3,5-4,5 jam. Rumusnya:
Kapasitas (kWp) = Konsumsi harian (kWh) ÷ (Jam matahari × Efisiensi sistem)
Efisiensi sistem 75-85% memperhitungkan kerugian pada inverter, kabel, kotoran di permukaan panel, dan penurunan performa akibat suhu tinggi. Panel surya justru kurang efisien saat terlalu panas, sehingga daerah yang terik belum tentu menghasilkan paling banyak.
On-grid, off-grid, atau hybrid?
- On-grid - tanpa baterai, kelebihan produksi dialirkan ke jaringan PLN. Paling murah per kWp, tetapi mati saat listrik PLN padam.
- Off-grid - memakai baterai, cocok untuk lokasi tanpa jaringan listrik. Biaya baterai bisa menyamai biaya panelnya.
- Hybrid - kombinasi keduanya, tetap menyala saat PLN padam. Paling mahal.
Yang menentukan lama balik modal
Payback period PLTS atap di Indonesia umumnya 6-10 tahun untuk sistem on-grid, sementara umur panel mencapai 20-25 tahun dengan garansi produksi. Faktor yang paling menentukan: tarif listrik Anda (semakin mahal tarif, semakin cepat balik modal), pola pemakaian di siang hari (listrik yang dipakai langsung lebih bernilai daripada yang diekspor), serta luas dan orientasi atap. Perlu diingat kebijakan ekspor-impor listrik PLN dapat berubah, sehingga skenario paling aman adalah menghitung penghematan dari konsumsi mandiri di siang hari saja.