Tes Kesiapan Dana Darurat
Berapa lama Anda bisa bertahan kalau penghasilan berhenti besok? Cek dalam dua menit.
Sembilan pertanyaan untuk tahu apakah utang Anda masih terkendali atau sudah menggulung.
Orang jarang tahu persis kapan utang berubah dari alat menjadi jerat. Batasnya bukan jumlah rupiahnya, melainkan tiga hal: berapa bagian penghasilan yang sudah dikunci cicilan, apakah Anda mulai membayar utang dengan utang, dan apakah masih ada uang tersisa kalau terjadi hal tak terduga.
Tes ini memeriksa ketiganya sekaligus, lalu memberi tahu Anda kelompok mana yang paling mendesak dibereskan lebih dulu. Tidak ada nama, tidak ada nomor rekening, tidak ada yang perlu didaftarkan.
Utang Rp 300 juta bagi orang berpenghasilan Rp 40 juta sebulan jauh lebih ringan daripada utang Rp 30 juta bagi orang berpenghasilan Rp 4 juta. Itu sebabnya lembaga keuangan tidak melihat nominalnya, melainkan perbandingan cicilan terhadap penghasilan. Ambang yang lazim dipakai adalah 30 persen: di bawah itu Anda masih punya ruang bernapas, di atas 40 persen satu kejadian kecil saja sudah cukup membuat pembayaran meleset.
Bukan saat tagihan menumpuk, melainkan saat Anda pertama kali membayar satu cicilan memakai pinjaman lain. Pada titik itu bunga mulai berbunga dan jumlah yang harus dibayar naik setiap bulan meski Anda tidak berbelanja apa pun. Tes ini memberi bobot besar pada pertanyaan tersebut karena satu jawaban itu memisahkan masalah arus kas dari masalah struktural.
Tiga hal: tidak tahu angka totalnya, membayar yang paling menakutkan alih-alih yang paling mahal bunganya, dan tidak berani meminta keringanan karena mengira permintaan itu pasti ditolak. Padahal restrukturisasi adalah prosedur biasa, dan pemberi pinjaman lebih suka menerima pembayaran kecil yang lancar daripada tidak menerima apa-apa.
Skor di atas menunjukkan tingkat jerat, bukan nilai moral. Angka tinggi tidak berarti Anda ceroboh; sangat banyak orang sampai di sana karena biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan, atau menanggung keluarga. Yang penting adalah langkah pertama pada laporan hasil - kerjakan satu itu dulu sebelum memikirkan sisanya.
Informasi gratis berlimpah, tetapi hampir tidak ada yang memberi tahu posisi Anda sendiri. Di situlah letak perbedaannya.
Kenapa lembaga keuangan tidak pernah melihat jumlah utang Anda, melainkan perbandingannya terhadap penghasilan.